Office :
Jl. M.H. Thamrin 12 Surabaya 60264
Telp. (031) 5684955, 5683021
Fax. (031) 5684955, 5676475

Laporan Kegiatan

FOCUS GROUP DISCUSSION OUTLOOK EKONOMI DAN KEUANGAN SYARIAH 2019

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur bekerjasama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Bank Jatim telah menyelenggarakan Focus Group Discussion dengan Tema “Outlook Ekonomi dan Keuangan Syariah 2019”, pada hari Jum’at, 14 Desember 2018 jam 13.00 – 15.00 WIB di Wyndham Hotel Surabaya, Jl. Basuki Rahmat No.67 – 73 Surabaya.

Focus Group Discussion ini memiliki beberapa tujuan sbb:

1.Memberikan gambaran kepada peserta tentang ulasan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah sepanjang tahun 2018 dan prediksinya tahun 2019.

2.Memberikan gambaran kepada peserta tentang permasalahan-permasalahan dan kendala-kendala dalam pengembangan industri keuangan syariah.

3.Memberikan gambaran kepada peserta tentang strategi dalam pengembangan industri keuangan syariah.

Ada 4 orang Pembicara dalam FGD ini yaitu:

1.  Bpk. Aris Budiman (Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan/OJK)

2. Bpk. Harmanta (Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Timur Bidang Syariah)

3.  Ibu Ayu (Badan Pengelola Keuangan Haji/BPKH)

4.  Bpk. Didik Sudarsono (Bank Jatim Syariah)

Sedangkan yang bertindak sebagai pembahas adalah:

1.Bpk. Sulistya Rusgianto, SE, M.IF, Ph.D (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya)

2.Bpk. Dr. Leo Herlambang, SE, MM (Pengurus ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur)

3.Bpk. Dr. Lalu Syahril Majidi, MM (Pengurus ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur)

Moderator dalam acara FGD ini adalah Bpk. Dr. Muhammad Nafik Hadi Ryandono, SE, MSi (Pengamat Keuangan Syariah ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur)

Acara ini diawali dengan sambutan Ketua ISEI Cabang Surabaya, Dr. Eko Purwanto, SE, M.Si pada pukul 13.00 WIB. Usai sambutan Ketua ISEI Cabang Surabaya, dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema “Outlook Ekonomi dan Keuangan Syariah 2019”, dengan menampilkan empat orang pembicara: (1) Bpk. Aris Budiman dari Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan/OJK, (2) Bpk. Harmanta dari Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Timur Bidang Syariah, (3) Ibu Ayu dari Badan Pengelola Keuangan Haji/BPKH, dan (4) Bpk. Didik Sudarsono dari Bank Jatim Syariah. Selain pembicara, ada tiga orang pembahas yaitu; (1) Bpk. Sulistya Rusgianto, SE, M.IF, Ph.D, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya, (2) Bpk. Dr. Leo Herlambang, SE, MM, Pengurus ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur, dan (3) Bpk. Dr. Lalu Syahril Majidi, MM, Pengurus ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur. Sedangkan yang bertindak sebagai moderator adalah Bpk. Dr. Muhammad Nafik Hadi Ryandono, SE, MSi (Pengamat Keuangan Syariah ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur).      

Kegiatan FGD berlangsung hingga pukul 15.10 WIB, dilanjutkan dengan Coffee Break dan Sholat Ashar. Setelah itu, diselenggarakan Rapat Pengurus Bidang Organisasi PP-ISEI yang dipimpin oleh Dr. Anggito Abimanyu dan diikuti oleh para pengurus Bidang Organisasi PP-ISEI. Acara rapat pengurus ini berakhir pada pukul 20.30 WIB.  

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta bahwa pertumbuhan industri keuangan syariah secara umum lebih tinggi daripada pertumbuhan industri keuangan nasional, namun hingga saat ini porsi (market share) industri keuangan syariah dalam industri keuangan nasional masih relatif rendah. Terdapat banyak tantangan yang harus diselesaikan untuk mempercepat pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia. Para pemangku kepentingan termasuk di dalamnya regulator, pemerintah, industri, dan para pemangku kepentingan terkait harus bersinergi menyusun dan melaksanakan program pengembangan yang extra ordinary dalam rangka membesarkan keuangan syariah agar dapat berkompetisi secara sehat dengan keuangan konvensional, bahkan dapat bersaing di industri keuangan syariah global.

Pengembangan keuangan syariah membutuhkan optimalisasi seluruh potensi keuangan syariah di masing-masing sektor yang ada baik di perbankan syariah, pasar modal syariah, serta industri keuangan non-bank syariah. Sinergi pengembangan yang terintegrasi di ketiga sektor tersebut diharapkan dapat membuka peluang dan sekaligus saling mendukung pengembangan di masing-masing sektor sehingga pada akhirnya dapat memperbesar peran dan pangsa pasar keuangan syariah di industri keuangan Indonesia.

Hal lain yang juga penting dalam pengembangan keuangan syariah adalah bahwa industri keuangan syariah harus dapat menjadi industri keuangan yang inklusif. Industri keuangan syariah harus dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan dalam skala kecil dan menengah hingga skala pembiayaan yang besar untuk menunjang pembangunan nasional. Di samping itu, keuangan syariah juga akan dapat berkembang lebih cepat dan berkelanjutan bila didukung oleh integrasi dan sinergi antara sektor riil, sektor keuangan, dan sektor religius/sosial sehingga ketiga sektor tersebut dapat tumbuh lebih cepat secara bersama-sama. Sejalan dengan itu, maka kemudahan akses masyarakat terhadap produk, kualitas pelayanan, serta infrastruktur di industri keuangan syariah juga harus ditingkatkan. Dengan demikian, industri keuangan syariah dapat berperan secara siginifikan dalam pembangunan nasional dan dapat menyejahterakan masyarakat.